Faktor Produksi Peternakan


BAB I
PEMBAHASAN

FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PERTANIAN/PETERNAKAN
1.      Faktor Produksi Alam atau Tanah
Sumber daya tanah harus menjadi prioritas utama ketika menyusun sediaan sumber daya, dimana tanah pada umumnya merupakan sumber daya amat berharga, merupakan salah satu bentuk sumber daya tetap dan akan amat mempengaruhi tipe dan luas perusahaan yang dipertimbangkan.
Pentingnya faktor produksi tanah, bukan saja dilihat dari segi luas atau sempitnya lahan, tetapi juga dari segi yang lain, misalnya aspek kesuburan tanah, macam penggunaan lahan, dan topografi tanah (tanah dataran pantai, rendah, dan dataran tinggi).
Tanah juga merupakan sumber daya yang komplit dengan aneka macam sifat yang diidentifikasi. Unsur berikut ini menunjukkan beberapa unsur penting yang tercakup dalam persediaan tanah.
1)      Jumlah area yang tersedia termasuk untuk keperluan budi daya, padang rumput, kayu dan lahan kosong.
2)      Tipe tanah, termasuk faktor kemiringan, ketinggian dan pemukaannya.
3)      Tingkat kesuburan tanah sekarang dan yang diperlukan. Program pengujian tanah mungkin diperlikan sebagai bagian dari persediaan.
4)      Faktor iklim termasuk curah hujan tahunan, perkembangan musim dan lain-lain.

2.      Faktor Produksi Modal
Modal dalam usaha pertanian dan peternakan dapat diklasifikasikan sebagai bentuk kekayaan, baik berupa uang maupun barang yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu baik secara langsung maupun secara tidak langsung dalam suatu proses produksi. Dengan demikian, pembentukan modal mempunyai tujuan yaitu :
a.       Untuk menunjang pembentukan modal lebih lanjut; dan
b.      Untuk meningkatkan produksi dan pendapatan usaha tani.
Dalam banyak kenyataan, sering ditemukan pembentukan modal dilakukan dengan cara menggali potensi kekayaan, baik berupa uang maupun barang yang dimiliki oleh petani yang bersangkutan. Secara makro, pembentukan modal dapat dilakukan dengan menempuh cara berikut :
a.       Memperbesar Simpanan
Bentukn simpanan dapat berupa, mulai dari bentuk simpanan yang berupa uang atau barang, misalnya tanah, bangunan, atau yang lainnya.
b.      Pajak
Pajak bagi petani adalah suatu pengeluaran, teatapi bila dilihat dari kepentingan pemerintah maka pajak merupakan pengumpulan dana untuk kepentingan pembangunan. Karena itu dilihat dari segi kepentingan pemerintah, pajak merupakan suatu bentuk dari penerimaan. Tak heran jika akhir-akhir ini masalah pajak diprogramkan agak khusus untuk ditangani.
c.       Pembentukan Modal oleh Pemerintah
Dalam hal tertentu, pemerintah juga membentuk modal. Tentu saja maksudnya untuk kepentingan memperbesar penerimaan negara.
            Bagi petani di pedesaan, pembetukan modal sering juga dilakukan dengan cara menabung, yaitu menyisihkan sebagian pendapatan untuk keperluan menabung. Karena petani kecil yang modalnya juga kecil dan sebaliknya bagi petani besar yang modalnya juga relatif besar, maka kemampuan untuk menabung bagi petani besar juga akan lebih besar. Hal ini dapat dimengerti karena di pedesaan sering dijumpai bahwa kekayaan seseorang sering ditentukan oleh luasnya pemilikan penguasaan tanah. Dengan demikian, makin luas tanah yang dimiliki atau dikuasai maka ada kecendrungan semakin besar kemampuan untuk menabung.
3.      Faktor Produksi Tenaga Kerja
Sumber daya manusia harus dianalisa aspek kualitas dan kuantitasnya. Kuantitas dapat diukur dalam hari, minggu atau bulan dari buruh yang tersedia dari operator, anggota kelurga dan buruh tani. Rencana usaha tani total yang amat terinci mungkin memerlukan informasi mengenai distribusi musiman dari buruh untuk mencegah pengaruh-pengaruh persyaratan buruh musiman yang dapat melampaui jumlah buruh yang tersedia selama waktu tertentu sepanjang tahun. Ketersediaan dan biaya tambahan dari buruh purnawaktu atau parohwaktu harus dicatat dalam persediaan, dan sebagai rencana akhir usaha tani mungkin akan lebih menguntungkan memakai buruh tambahan apabila buruh itu tersedia.
Kualitas buruh lebih sulit diukur sebab mwenyangkut keahlian khusus latihan dan pengalaman yang dapat mempengaruhi kemungkinan sukses dan laba dari perusahaan tertentu. Apabila dalam angkatan kerja tidak seorang pun memiliki latihan atau pengalaman mengenai bidang peternakan misalnya maka perencanaan harus hati-hati mengenai pembuatan rencana usaha tani yang menyeluruh dan harus melakukan penyesuaian tingkat produksi yang diharapkan yang menurun disebabkan oleh tiadanya pengalaman ini. Sebaliknya tenaga kerja dengan skill dengan pengalaman di bidang peternakan akan mampu memberiakan keunggulan dibandingkan dengan usah peternakan lainnya.
4.      Manajemen
Faktor produksi manajemen menjadi semakin penting kalau dikaitkan dengan kata ‘efisiensi’. Artinya walaupun faktor produksi tanah, pupuk, obat-obatan, tenaga kerja dan modal dirasa cukup, tetapi kalau tidak dikelolah dengan baik maka produksi tinggi yang diharapkan juga tidak akan tercapai. Kurang seringnya variabel manjemen dipakai dalam analisa disebabkan karena sulitnya melakukan pengukuran terhadap variabel tersebut. Apalagi kalau faktor produksi ini dikaitkan dengan analisa fungsi produksi, maka faktor produksi ini sulit diukur dan dipakai dalam variabel independen dalam fungsi produksi.
Seperti halnya tenaga kerja, manajemen mungkin memilki skill khusus, latihan, dan pengalaman, kekutan dan kelemahan yang diperlukan untuk dipertimbangkan ketika perusahaan melakukan seleksi untuk rencana usaha tani total. Jika manajer tidak memilikilatihan atau pengalaman di perusahaan tertentu maka perusahaan akan menjadi kurang efisien dan tidak menguntungkan.
Meskipun demikian, manajer itu dapat dilatih dan kemampuan manajemen dapat dan mungkin berubah dalam perjalanan waktu.


BAB II
KESIMPULAN
Faktor- faktor Produksi Pertanian/Peternakan adalah sebagai berikut :
1.      Faktor Produksi Alam atau Tanah
Sumber daya tanah harus menjadi prioritas utama ketika menyusun sediaan sumber daya, dimana tanah pada umumnya merupakan sumber daya amat berharga, merupakan salah satu bentuk sumber daya tetap.
2.      Faktor Produksi Modal
Modal dalam usaha pertanian dan peternakan dapat diklasifikasikan sebagai bentuk kekayaan, baik berupa uang maupun barang yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu baik secara langsung maupun secara tidak langsung dalam suatu proses produksi.
3.      Faktor Produksi Tenaga Kerja
Sumber daya manusia harus dianalisa aspek kualitas dan kuantitasnya. Kuantitas dapat diukur dalam hari, minggu atau bulan dari buruh yang tersedia dari operator, anggota kelurga dan buruh tani. Kualitas buruh lebih sulit diukur sebab menyangkut keahlian khusus latihan dan pengalaman yang dapat mempengaruhi kemungkinan sukses dan laba dari perusahaan tertentu.
4.      Manajemen
Faktor produksi manajemen menjadi semakin penting kalau dikaitkan dengan kata ‘efisiensi’. Artinya walaupun faktor produksi tanah, pupuk, obat-obatan, tenaga kerja dan modal dirasa cukup, tetapi kalau tidak dikelolah dengan baik maka produksi tinggi yang diharapkan juga tidak akan tercapai.

DAFTAR PUSTAKA
D. Kay, Ronald.1989. Managemen usaha tani, Planning, Control, and Implemntation.     Sub Program Agribisnis-Fakultas Pascasarjana. Unhas.
Soekartawi.2002.Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian; teori dan aplikasi. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Untuk mendownload file di atas silahkan mengklik link download di bawah ini :
download makalah

1 komentar:

Poskan Komentar

Laporkan jika ada saran, keluh kesah, atau ada link download yang mati atau aus melalui kotak komentar ini.

Atau melalui fans fage kami http://www.facebook.com/pages/Kutu-Kuliah/354307204652949