Gaya Belajar Mahasiswa

Gaya Belajar Mahasiswa
Kampus - Dalam dunia kampus mahasiswa akan berhadapan dengan proses belajar yang akan sangat berbeda ketika masih duduk di SMP maupun saat berada di masa putih abu-abu atau SMA. Sehingga mau tidak mau gaya belajar yang selama ini masih digunakan perlu dilakukan modifikasi ualng agar tetap dapat beradaptasi dengan kondisi kampus yang di taburi dengan berbagai macam ilmu.

Gaya Belajar Mahasiswa. Mengetahui gaya belajar adalah sebuah langkah taktis nan jitu dalam melihat potensi diri dan tentunya dapat melihat kelemahan dalam proses belajar sehingga nantinya dapat membuat langkah antisipatif di saat berhadapan dengan kekurangan diri dalam proses belajar dalam dunia kampus. Sehingga dengan ini pula kita dapat memaksimalkan seluruh faktor-faktor yang dapat mendukung keberhasilan gaya belajar kita dan sebaliknya menghindar atau meminimalisir segala bentuk variabel yang dapat menghambat proses belajar kita dalam kampus.
Salah satu kekaguman saya di saat melihat mahasiswa adalah kemampuan mereka dalam beradaptasi. Tapi, pengetahuan awal saya tentang mahasiswa.
Secara umum memang gaya belajar seorang individu telah banyak dirumuskan dan dikategorikan oleh para psikologi menjadi 3 bagian yaitu gaya belajar Visual, auditori dan kinenstetik.
Gaya belajar visual adalah gaya belajar pada individu dengan cara menggunakan penglihatan. Dalam artian bukan tidak menggunakan indera lain namun penyerapa informasi lebih banyak diperoleh dari proses melihat. lain halnya dengan gaya belajar auditori yang menitik beratkan penyerapan informasi dengan cara mendengar, dan kinestetik dengan cara melakukan atau dengan kata lain harus dipraktekkan.
Namun, menurut saya adalah sebuah kemunduran jika kita hanya fokus pada salah satu gaya belajar di atas dan mengabaikan gaya belajar yang lain. Seperti prolog yang saya sampaikan di atas bahwa dunia kampus merupakan dunia yang sangat heterogen, tempat berbagai macam ilmu dan tentunya untuk mendapatkan ilmu yang optimal harus menggunakan segala potensi yang ada untuk menghasilkan sesuatu yang maksimal pula.
Memang harus diketahui pula bahwa tiap gaya belajar yang ada memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga perlu memang dilakukan langkah antisipatif untuk mendukung gaya belajar kita. Gaya belajar auditori misalnya, memiliki titik tumpuan dari proses mendengar. Gaya belajar seperti ini mermbuat individu yang menggunakannya menjadi pendengar yang baik, apa-apa yang didengarnya maka akan sangat mudah banginya untuk mengingat. tetapi, gaya belajar ini akan bermasalah di saat berada dalam situasi dan kondisi yang ribut sehingga memungkinkan dia tidak akan menyerap informasi dengan maksimal. lain pula halnya dengan pembelajar gaya visual misalnya mengharuskan mereka untuk melihat sehingga akan sangat kewalahan jika bertemu dalam proses belajar dalam kampus yang berupa ceramah-ceramah.
Olehnya itu, memang perlu dilakukan langkah maju untuk memadukan semua gaya belajar yang ada. Misalnya saja, gaya belajar kinestetik dapat diaplikasikan dengan jalan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler : ikut organisasi misalnya. Dengan ikut organisasi, di saat kuliah kita mendapatkan materi tentang kepemimpinan atau aspek manajerial maka lingkungan organisasi akan sangat mendukung hal ini. Karena dari proses organisasi ini mengharuskan kita  tidak hanya berteori tetapi dapat melakukannya langsung.

Pada akhirnya, hanya mahasiswa yang mampu bersainglah yang dapat berhasil. Seperti teori lama "Yang dapat beradaptasilah yang akan bertahan hidup".
Posting Komentar