Nilai Hematokrit Darah

Nilai Hematokrit Darah

Nilai Hematokrit Darah
Hematokrit adalah persentase tingginya eritrosit dalam plasma yang ditentukan setelah darah disentrifunge dalam suatu tabung. Nilai normal pada pria 36-48%, wanita 36-45%, dan anak-anak 38-70%. Pada orang yang bermukim di gunung, nilainya bisa naik sampai 45-55%, juga pada pecandu alkohol dan pasien tumor ginjal tertentu (akibat produksi EPO berlebihan). Nilai lebih rendah dari nilai normal ditemukan pada pasien anemia dan gangguan ginjal tertentu, juga pada wanita hamil. Hematocrit pada pagi hari bernilai 5% lebih ringan daripada siang hari, maka penggontrolan para peserta hari. Nilai hematokrit tidak boleh melebihi 50% .
Nilai hematokrit adalah persentase volume endapan eritrosit setelah sampel darah dipindahkan dalam waktu dan kecepatan tertentu. Nilai hematokrit pada mikro-capilary untuk putra lebih besar dari nilai hematokrit pada putri begitu pula dengan mikro-hematokrit. Hal ini dapat disebabkan oleh tingkat aktivitas yang dilakukan oleh individu, jenis kelamin dan jumlah sel darah merah. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai hematokrit adalah jenis kelamin, jumlah sel darah merah, aktivitas dan keadaan fisiologis.

Nilai hematokrit atau volume sel packed adalah suatu istilah yang artinya persentase (berdasarkan volume) dari darah yang terdiri dari sel-sel darah merah. Penentuan nilai hematokrit dilakukan dengan mengisi tabung hematokrit dengan darah yang diberi zat agar tidak menggumpal, kemudian dilakukan sentrifusi sampai sel-sel menggumpal di bagian dasar. Nilai hematokritnya kemudian dapat diketahui secara langsung ataupun secara tak langsung dari tabung itu. Jika seseorang mempunyai nilai hematokrit 40 artinya 40% dari volume darah adalah sel-sel darah. Rataan hematokrit laki-laki normal 42, sementara pada wanita normal 38. Nilai hematoktrit pada domba adalah 32, anjing 45, sapi 40, dan pada kuda dan babi 42. Nilai hematokrit biasanya dianggap sama manfaatnya dengan hitungan sel darah merah total dan pelaksanaannya juga jauh lebih muda. Faktor yang mempengaruhi nilai hematokrit adalah apakah orang itu menderita anemia atau tidak, tingkat aktivitas tubuh dan ketinggian tempat dimana orang itu tinggal. Nilai hematokrit normal pada laki-laki adalah 40-50%, sedangkan pada wanita adalah 35-45%. 

Protein plasma terdiri dari dua keadaan utama yaitu albumin dan globulin. Fraksi globulin dapat dibagi menjadi alfa, beta, dan gamma globulin, alfa dan beta globulin disintesis dalam hati, gamma globulin disintesis oleh sel plasma dan limfosit pada saat sel-sel ini dirangsang oleh antigen. Umumnya antibody yang telah diketahui termasuk dalam fraksi gamma globulin, albumen adalah protein yang paling melimpah di dalam plasma yang merupakan protein utama yang dihasilkan oleh hati. Albumen berperan penting di dalam pengikat dan transport berbagai zat di dalam darah dan bertanggung jawab pada sekitar 80% tekanan osmotic potensial dari plasma.

Plasma darah dapat diperoleh dengan cara, darah yang telah dimasukkan ke dalam pipa kapiler yang telah ditambahkan antikoagulan dimasukkan ke dalam Mikro-centrifuge selama 1 menit, setelah 1 menit darah yang berada berada dalam pipa kapiler telah terpisah antara sel darah dan plasma darah.

Penentuan nilai hematokrit dilakukan dengan mengisi tabung hematokrit dengan darah yang diberi zat agar dapat menggumpal, selanjutnya dilakukan sentrifusi sampai sel-sel menggumpal diatas bagian dasar kemudian dapat diketahui secara ataupun secara tidak langsung dari tabung-tabung tersebut, jika seseorang mempunyai nilai hematokrit 40 artinya 40% dari volume darah adalah sel-sel darah. Jumlah hematokrit pada laki-laki normal adalah 42, sedangkan untuk wanita normalnya adalah 38, nilai hematokrit pada domba adalah 32, anjing 45, sapi 40 dan pada babi, kuda adalah 42.

Anemia adalah pengurangan jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin, dan volume pada sel darah merah (hematokrit) per 100 ml darah. Dengan demikian, anemia bukan suatu diagnosis melainkan pencerminan dari dasar perubahan patofisiologis, yang diuraikan oleh anamnesa dan pemikiran fisik yang teliti, hemokonsentrasi adalah kebalikan dari anemia yang berarti bahwa rasio sel-sel darah merah terhadap cairan berada diatas normal yang merupakan sel yang paling banyak dibandingkan dengan 2 sel lainnya, dalam keadaan normal mencapai hampir separuh dari volume darah. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen dipakai untuk membentuk energi bagi sel-sel, dengan bahan limbah berupa karbon dioksida, yang akan diangkut oleh sel darah merah dari jaringan dan kembali ke paru-paru.

Hemokonsentrasi adalah kebalikan anemia yang berarti bahwa rasio sel-sel darah merah terhadap cairan di atas normal. Hal ini ditunjukkan oleh hitungan sel darah merah yang sangat tinggi atau nilai hematokritnya yang tinggi. Jumlah sel-sel darah merah dalam tubuh dapat meningkat (suatu keadaan yang disebut polisit polisiternia), atau banyaknya cairan yang justru menurun.

Untuk memperbaiki keadaan dehidrasi diperlukan suplai air kepada hewan yang bersangkutan dalam bentuk larutan garam fisiologi atau larutan glukose secara parental. Ini berarti bahwa larutan tersebut diberikan melalui jalur selain mulut, karena hewan yang sedang muntah apabila diberi minum akan terangsang untuk muntah lagi. Larutan tadi dapat disuntikkan hipodermis atau dengan cara intro peritoneal.

Hematokrit sejatinya merupakan ukuran yang menentukan seberapa banyak jumlah sel darah merah dalam satu mililiter darah atau dengan kata lain perbandingan antara sel darah merah dengan komponen darah yang lain. Hematokrit dapat dihitung dengan mengambil sampel darah pada jari tangan atau diambil langsung pada vena yang terletak pada lengan. Sel darah merah yang terdapat dalam sampel kemudian diendapkan dengan cara memutarnya menggunakan alat sentrifugal. Endapan ini kemudian di presentasekan dengan jumlah keseluruhan dari darah yang terdapat dalam tabung, nilai inilah yang dinamakan nilai hematokrit.

Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai hematokrit adalah jenis kelamin, spesies, jumlah sel drah merah, aktivitas dan keadaan patologis. Jumlah sel darah merah pada pria lebih banyak jika dibandingkan dengan wanita, apabila jumlah sel darah merah meningkat atau banyak maka jumlah nilai hematokrit juga akan mengalami peningkatan. Selain itu, ketinggian tempat juga mempengaruhi nilai hematokrit, karena pada tempat yang tinggi seperti pegunungan kadar oksigen dalam udara berkurang sehingga oksigen yang masuk ke dalam paru-paru berkurang, oleh karena itu supaya terjadi keseimbangan maka sumsum tulang belakang memproduksi sel-sel darah merah dalam jumlah yang banyak.

Hitungan sel darah merah yang sangat tinggi atau nilai hematokritnya yang tinggi, jumlah sel-sel darah yang ada dalam tubuh dapat meningkat (suatu keadaan yang disebut polisiternia), atau banyaknya cairan yang justru menurun baik karena penurunan jumlah air yang diminum ataupun naiknya air yang hilang dari tubuh yang dapat menyebabkan munculnya hemokonsentrasi, yang berarti akibat dari keadaan yang disebut dehidrasi.

Penentuan nilai hematokrit dilakukan dengan mengisi tabung hematokrit dengan darah yang diberi zat agar dapat menggumpal, selanjutnya dilakukan sentrifusi sampai sel-sel menggumpal diatas bagian dasar kemudian dapat diketahui secara ataupun secara tidak langsung dari tabung-tabung tersebut. Jika seseorang mempunyai nilai hematokrit 40 artinya 40% dari volume darah adalah sel-sel darah. Jumlah hematokrit pada laki-laki normal adalah 42, sedangkan untuk wanita normalnya adalah 38, nilai hematokrit pada domba adalah 32, anjing 45, sapi 40 dan pada babi, kuda adalah 42.

Dalam menghitung nilai hematokrit terdapat dua cara yaitu cara Wintrobe dan mikro-hematokrit. Metode untuk mengukur nilai hematokrit terdiri dari dua cara yaitu dengan cara Wintrobe dan mikro-hematokrit, cara wintrobe menggunakan zat antikoagulan tabung wintrobe dan centrifuge, sedangakan pada cara mikro-hematokrit memekai tabung atau pipa kapiler, tabung centrifuge khusus dengan kecepatan putaran lebih dari 10.000 rpm dan pembacaan nilai hematokrit digunakan pula nilai yang khusus.
Posting Komentar